1 UTS-1 All About Me

Saya lahir di Surakarta pada 27 Juni 2006. Meski berasal dari Surakarta, perjalanan hidup membawa saya sempat pindah ke Surabaya, dan kini keluarga saya menetap di Tangerang. Saat ini saya tinggal di Bandung untuk menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, jurusan Sistem dan Teknologi Informasi, Fakultas STEI-K, angkatan 2024. Saya merupakan anggota biasa di HMIF ITB (Himpunan Mahasiswa Informatika ITB). Status saya masih single, hehe.
Alhamdulillah keluarga inti saya masih lengkap. Saya memiliki seorang adik perempuan bernama Gendhis. Dalam keseharian, saya senang mendengarkan musik—terutama lagu-lagu Oasis—dan sering menghabiskan waktu dengan menggulir Pinterest untuk mencari gambar-gambar unik dan estetik. Kalau sedang mengeluh atau berpikir terlalu banyak, biasanya saya meluapkannya di Twitter.
1.1 Kisah yang Membentuk Diri Anda: Mengenal Kekuatan Identitas Naratif
Dengan masuk ke ITB, terutama di Fakultas STEI-K, saya menyadari bahwa ternyata masih banyak orang yang jauh lebih pintar dari saya. Dari sana saya belajar untuk tidak jumawa, untuk tetap rendah hati, dan untuk terus belajar lebih giat. Saya berpegang pada satu hal sederhana: jangan pernah menyerah untuk belajar.
1.1.1 1. Tiga Lapisan Diri Anda: Di Mana Cerita Hidup Anda Berada?
Psikolog Dan P. McAdams membagi kepribadian manusia ke dalam tiga tingkatan yang berbeda.
Level 1: Sifat Dasar Saya seorang introvert, dan terkadang tidak sabaran. Saya lebih suka memproses sesuatu secara internal sebelum mengungkapkannya.
Level 2: Kepedulian Pribadi Saya menjunjung tinggi nilai pantang menyerah, loyalitas, dan kebebasan. Saya percaya bahwa setiap orang berhak menjalani hidupnya dengan caranya sendiri, selama tidak merugikan orang lain.
Level 3: Identitas Naratif Saya ingin dikenal sebagai orang yang baik—bukan dalam arti sempurna, tapi seseorang yang bisa memberi kesan positif bagi orang di sekitarnya.
1.1.2 2. Pola-Pola Kisah Kehidupan: Apa yang Membuat Sebuah Cerita Bermanfaat?
Saya menghadapi masalah dengan cara sederhana: mencoba, gagal, lalu mencoba lagi sampai berhasil. Terkadang saya berperan sebagai aktor utama dalam hidup saya sendiri—berjuang, mengatur, memimpin. Tapi di waktu lain, saya juga bisa pasif, membiarkan waktu berjalan, tergantung mood saya saat itu, hehe.
Saya jujur mengakui bahwa saya tidak terlalu passion dengan bidang yang saya ambil di STEI-K. Itu kesalahan saya sendiri yang memilih jurusan ini tanpa benar-benar mengenalinya. Namun, meskipun begitu, saya memilih untuk tetap berjuang, untuk terus mencoba sampai akhirnya saya bisa menemukan rasa suka di dalamnya.
1.1.3 3. Seni Memberi Makna: Kekuatan Super Anda dalam Bernalar
Bagi saya, setiap kejadian dalam hidup membawa makna tersendiri. Kesuksesan berarti motivasi tambahan untuk terus berkembang, sementara kegagalan berarti peringatan untuk memperbaiki kesalahan agar bisa sukses di lain waktu.
Saya belajar untuk memahami berbagai macam pikiran dan sifat orang lain, karena dari sanalah saya bisa mengerti bahwa setiap orang punya jalan dan caranya sendiri untuk bertahan.
Kadang saya berpikir sederhana: motivasi hidup selain nunggu mati itu apa, ya? Tapi mungkin justru dari pertanyaan itu saya belajar bahwa hidup adalah tentang proses, bukan hasil.
1.1.5 5. Kesimpulan: Kisah Anda Adalah Perjalanan yang Terus Berlanjut
Bagi saya, hidup adalah proses panjang menuju versi terbaik dari diri saya sendiri. Saya tahu perjalanan ini tidak mudah, tapi selama saya masih bisa mencoba, saya akan terus melangkah. Saya percaya bahwa hidup bukan tentang hasil akhir, tapi tentang bagaimana kita menjalaninya.
Saya mungkin belum tahu seperti apa masa depan saya, tapi satu hal yang pasti:
Banyak cobaan boleh datang, tapi saya tidak akan berhenti. Saya akan terus berjalan, karena pada akhirnya, untuk menjadi sukses, yang saya butuhkan hanyalah keberanian untuk tidak menyerah.